Si Kucing Besar dan si kucing kecil
Andre Prabowo Hartono @andrehartonoid
INSPIRATIONAL STORIES
6/17/20262 min read


Si Kucing Besar dan si kucing kecil
Di sebuah rumah kecil, tinggallah dua ekor kucing bersama seorang nenek yang baik hati.
Setiap pagi, siang, dan malam, nenek selalu memberi mereka semangkuk susu hangat.
Yang satu berbadan besar dan kuat. Yang satu lagi kecil dan ramping.
Di suatu siang yang sepi, Si Kucing Besar merasa bosan.
“Aku punya ide!” katanya sambil meregangkan kaki.
“Kita berlomba menangkap tikus. Yang menang dapat jatah susu yang kalah selama tiga hari!”
si kucing kecil terdiam.
“Tubuhku kecil… langkahku pendek… aku pasti kalah…”
Melihat keraguan itu, Si Kucing Besar tertawa kecil.
“Takut ya?”
si kucing kecil menggeleng cepat.
“Tidak, aku tidak takut. Ayo kita berlomba.”
Mereka lalu berbaring menunggu.
Rumah begitu tenang.
Tiba-tiba…
cit… cit… cit…
Kedua telinga mereka langsung berdiri.
Mereka mencari ke kanan, ke kiri, lalu akhirnya menemukan seekor tikus kecil bersembunyi di belakang meja.
“Itu dia!” seru Si Kucing Besar.
“Siap… satu… dua… tiga!”
Mereka berlari.
Si Kucing Besar melesat cepat.
Langkahnya panjang. Badannya besar.
Dalam beberapa detik saja, ia hampir menyentuh ekor tikus.
si kucing kecil tertinggal jauh.
“Benar kan,” pikir si kucing kecil.
“Aku memang tidak bisa menang…”
Tetapi si tikus ternyata licik.
Tepat sebelum tertangkap, ia masuk ke sebuah lubang kecil di sudut dinding.
Si Kucing Besar berhenti mendadak.
Ia mencoba masuk.
Tidak muat.
Ia mencoba lagi.
Tetap tidak muat.
“Ah! Lubang macam apa ini?” gerutunya.
Saat Si Kucing Besar masih kesal, si kucing kecil datang.
Ia melihat lubang itu.
Lalu berjalan masuk dengan tenang.
Beberapa saat kemudian…
si kucing kecil keluar.
Mulutnya menggigit seekor tikus.
Si Kucing Besar melongo.
si kucing kecil meletakkan tikus itu dan tersenyum.
“Aku menang ya?”
Si Kucing Besar menunduk.
“Aku kira tubuh besar selalu lebih hebat…”
si kucing kecil duduk di sampingnya.
“Kalau lubangnya lebih besar, mungkin aku yang kalah.”
Malam itu saat nenek memberikan susu, si kucing kecil mendorong mangkuknya.
“Kita bagi saja.”
Si Kucing Besar terdiam.
Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa lebih hebat.
Ia justru tersenyum.
Sejak hari itu, mereka belajar—
tidak semua yang terlihat sebagai kekurangan benar-benar kelemahan.
Kadang, pada waktu dan tempat yang tepat, justru di situlah kekuatan kita berada.
⸻
Moral of the story:
Jangan minder dengan kekurangan kita. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada saatnya sesuatu yang kita anggap kekurangan justru menjadi kekuatan.
Semoga cerita ini bermanfaat. Stay Positive!
— @andrehartonoid
https://andrehartono.com/si-kucing-besar-dan-si-kucing-kecil
Connect
Connect with me on social media
LINKTREE & Email
LEAVE YOUR EMAIL
© 2025. All rights reserved.
